banner uangbalik74701810

Jumat, 23 Desember 2011

PEPATAH PETITIH MINANG

Pepatah Minang. Sering juga orang menyebutnya “pepatah petitih minang”. Kedua kata itu sebenanya memiliki arti yang berbeda. “pepatah minang”  yaitu pepatah yang sering digunakan orang Minang. Seperti kebanyakan pepatah yang ada. Pepatah Minang ini sering dijadikan sumber pepatah yang dipakai oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan “petitih minang” ini adalah petuah atau slogan atau kata-kata petunjuk, kata-kata bijak yang selalu diwariskan dari nenek moyang. Biasanya dari mamak ke kemanakan. Petitih inilah yang membawa orang minang menjadi lebih bijak, bias diterima oleh suku mana pun dan disenangi keberadaannya dalam lingkuangan masyarakat. Petitih selalu ditanamkan dalam keseharian. Baik dalam bekerja, di warung, di masjid, dan dimana saja selalu disebutkan yang pada akhirnya menjadi kepribadian yang utuh bagi orang minang.
Beberapa contoh pepatah petitih minang adalah sebagai berikut:
  1.            Anak nalayan mambaok cangkua, mananam ubi ditanah darek. Baban sakoyan dapek dipikua, budi saketek taraso barek.
Beban yang berat dapat dipikul, tetapi budi sedikit terasa berat
  1. Anak ikan dimakan ikan, gadang ditabek anak tenggiri. Ameh bukan perakpun bukan, budi saketek rang haragoi
    Hubungan yang erat sesama manusia bukan karena emas dan perak, tetapi lebih diikat budi yang baik.
  2. Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumpun padi. Supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budi.
    Pengetahuan hanya didapat dengan berguru, kemulian hanya didapat dengan budi yang tinggi
  3. Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati.
    Sifat seseorang yang tegas bertindak atas kebenaran dengan penuh bijaksana
  4. Tarandam randam indak basah, tarapuang apuang indak hanjuik.
    Suatu persoalan yang tidak didudukan dan pelaksanaannya dilalaikan.
  5. Anjuik labu dek manyauak, hilang kabau dek kubalo.
    Karena mengutamakan suatu urusan yang kurang penting hingga yang lebih
    penting tertinggal karenanya.
  6. Anguak anggak geleng amuah, unjuak nan tidak babarikan.
    Sifat seseorang yang tidak suka berterus terang dan tidak suka ketegasan
    dalam sesuatu.
  7. Alua samo dituruik, limbago samo dituang.
    Seorang yang mentaati perbuatan bersama dan dipatuhi bersama.
  8. Alang tukang binaso kayu, alang cadiak binaso Adat, alang arih binaso tubuah.
    Seseorang yang pengetahuannya tidak lengkap serta keahliannya tidak cukup
    dalam mengerjakan sesuatu.
  9.  Alat baaluah jo bapatuik makanan banang siku-siku, kato nan bana tak
    baturuik ingiran bathin nan baliku.
    Seseorang yang tidak mau dibawa kejalan yang benar menandakan mentalnya
    telah rusak
  10. Alah bauriah bak sipasin, kok bakiek alah bajajak, habih tahun baganti
    musim sandi Adat jangan dianjak
    Walaupun tahun silih berganti musim selalu beredar, tetapi pegangan hidup
    jangan dilepas.
  11. Adat biaso kito pakai, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai
    nan buruak samo dibuang.
    Yang baik sama dipakai, yang buruk sama ditinggalkan.
  12. Anak-anak kato manggaduah, sabab manuruik sakandak hati, kabuik tarang
    hujanlah taduah, nan hilang patuik dicari.
    Sekarang suasana telah baik, keadaan telah pulih, sudah waktunya
    menyempurnakan kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar